Monthly Archives: June 2010

I LOVE CLEAN I LOVE GREEN

Langkah-langkah  mudah berpartisipasi menjaga lingkungan

Sampah sudah menjadi masalah besar bagi kota-kota di Indonesia. Beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan bencana TPA Galuga Bogor hingga menelan empat korban jiwa dan banyak lagi yang luka-luka.  Padahal belum lama hal serupa juga pernah terjadi di tempat lain. Hal mudah yang kita dapat lakukan adalah mengecam instansi yang dianggap bertanggung jawab. Tetapi itu tidak dapat menyelesaikan masalah. Mungkin sudah waktunya kita juga instropeksi diri siapa tahu perilaku kita selama ini turut menyumbang masalah sampah di kota kita.  Bagaimana kita sebagai individu dapat berpartisipasi mengurangi  masalah sampah?  Salah satunya dengan mengurangi volume sampah kita sendiri. Berikut hal sederhana yang dapat kita lakukan:

  1. 1. Kurangi penggunaan kantong plastik

Berapa kali dalam seminggu kita membeli sesuatu di minimart atau toko-toko lainnya? Penjaga toko pasti memberikan barang yang kita beli dalam kantung plastik. Mungkin saatnya kita menolak dan memasukkan belanjaan kita ke dalam tas begitu saja. Atau bila memang banyak kita bisa membawa kantung kain tipis dalam tas kita. Dengan begitu kita menyumbang  pengurangan jumlah sampah plastik yang rata-rata mencapai 10 hingga 15 persen dari  volume sampah kita.

Bila hal ini belum juga memotivasi, lihat kesekeliling kita.Pemandangan kota Bogor yang rindang dan nyaman seringkali dikotori oleh sampah plastik berwarna-warni. Hal ini selain karena orang sering membuang sampah sembarangan, sampah plastik juga sulit diurai. Butuh sekitar 300 sampai dengan 500 tahun untuk dapat terurai. Walau kini sudah mulai  banyak digunakan plastik ramah lingkungan, tetap saja kandungan plastik tidak sepenuhnya ramah lingkungan.

  1. 2. Kurangi penggunaan wadah minum & makanan plastik sekali pakai

kampanye ini akan mendapat tantangan keras dari produsen air mineral, tetapi demi lingkungan tidak ada salahnya kita mencoba.  Bila memang memungkinkan mengapa kita membawa air dari rumah dengan menggunakan wadah minuman dari alumunium atau plastik. Sebagai catatan, demi kesehatan sebaiknya kita memperhatikan wadah plastik  yang kita gunakan.

Apakah cukup aman atau tidak. Wadah plastik dengan kode di bawah ini dianggap cukup aman untuk makanan dan minuman.

Selain mengirit kita juga menyumbang sedikit bagi lingkungan dengan mengurangi sampah. Kadang kita juga sering membeli makanan untuk dibawa pulang dengan menggunakan wadah plastik. Selain tidak sehat, hal ini juga menambah volume sampah kita. Tidak ada salahnya demi kesehatan sendiri dan lingkungan, kita sedikit repot dengan pulang dan mengambil wadah yang lebih baik.

  1. 3. Bijaksana dalam membeli barang elektronik

Indonesia hingga saat ini merupakan konsumen elektronik tertinggi se Asia- Tenggara. Padahal pada akhirnya elektronik ini akan menjadi sampah yang mengandung racun berbahaya (B3). Padahal menurut data UNEP setiap tahun  e-waste (sampah elektronik) yang diproduksi di dunia mencapai 20-50 juta ton.  Oleh karena itu, sebelum kita membeli barang elektronik, ada baiknya kita pikirkan masak-masak urgensinya, selain itu daripada membeli barang murah yang cepat rusak dan akan menjadi sampah, lebih baik kita membeli barang elektronik yang kira-kira umurnya bisa lebih panjang. Hingga kita tidak harus segera ganti.

  1. 4. Bijaksana dalam membeli barang konsumtif lainnya

arang-barang murah yang membanjiri pasaran kita dari luar negeri memang sering menggoda untuk dibeli. Sandal atau sepatu lucu, berbagai macam boneka, tas berbagai warna dan bentuk, pakaian model terbaru. Tetapi kita sering lupa memperhatikan kualitas barang dan urgensi penggunaan barang tersebut, sehingga akhirnya hanya menumpuk menjadi sampah karena cepat rusak atau usang. Padahal bagi orang muslim nabi Muhammad SAW sendiri mencontohkan hidup sederhana, berpakaian seperlunya. Mudah-mudahan kita bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nah setelah membaca ini masih berpikir kita tidak dapat melakukan apa pun untuk lingkungan? seperti kata AA Gym, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil-kecil, kita perbaiki lingkungan kita, nah  yang terakhir itu tamabahan dari penulis. Bayangkan lingkungan bersih dan asri menjadi tempat tinggal kita.  Sumber daya yang kita hemat karena perilaku konsumtif kita yang terjaga. Dan mudah-mudahan Indonesia yang bersih dan hijau dapat tercipta dalam waktu dekat karena partisipasi kita semua. I love Clean, I love Green.

June 2010