Monthly Archives: January 2011

Menjaga Hati Tawaadlu

Bila ditanya tentang profil, secara bercanda bercanda tapi dengan keyakinan penuh sering saya menyebutkan “baik hati dan tidak sombong”.  Saya bukan orang sombong, tinggi hati, suka membanggakan diri..that so not me..so I said. Masalahnya akhir-akhir ini saya menyadari kesombongan sering hinggap dalam bentuk yg halus n terselubung sehingga sulit dihindari. Ketika kita seakan-akan bersikap baik dan mengalah pada orang yang menzalimi. Dengan anggun dalam hati’ kita berkata tidak akan melayani hal itu, karena kita lebih baik dari orang-orang ini. Bukankah itu bentuk kesombongan kita, bersikap baik hanya karena kita merasa kita orang yang lebih baik, lebih unggul? Ketika kita cenderung memilih orang yang memiliki kesamaan dengan kita sebagai orang yang kita sukai, kita anggap ‘inner circle’ simply karena mereka ‘sama’. Bukankah itu bentuk kesombongan? Kita melihat refleksi diri kita dalam orang tersebut. Tanpa disadari itu bentuk perasaan unggul kita akan bahasa kita, dengan gaya hidup kita, dengan pemikiran kita, hobi kita, kebiasaan kita, sehingga kita insist orang yg kita sukai adalah orang yg memiliki kualitas tersebut, dan orang yang ‘berbeda’ kurang baik. Bukankah itu berarti yg kita suka dari mereka sebenarnya bagian dari kita sendiri? We see the piece of ourselves in them. Bentuk lain dari narsisme. Hey..what so great about me then? Ketika kita menghindari sekelompok orang, simply karena kita merasa lebih baik dari mereka, kita berpikir’ gak akan nyambung deh, males ah’. Hey hey..bentuk kesombongan lagi. Ketika kita bersikap baik pada seseorang, bergaul dengan orang tersebut dengan niat ‘mendakwahi mereka’, membantu mereka agar bersikap lebih baik.’hati-hati, jangan-jangan perasaan kita aja, kita lebih baik dari mereka. Ada pepatah tua Jawa: hargai tuan rumah dengan bertamu memakai pakaian yg terbaik. Hmm, apakah niat kita benar-benar ingin menghargai tuan rumah atau sekedar menunjukkan kita punya fashion sense yang relative lebih baik dari orang lain. Saat kita merasa lebih pintar, lebih berpendidikan, lebih baik hati, lebih sopan, lebih beradab, lebih memiliki tatakrama, lebih rajin, lebih cantik, bersuara lebih bagus, lebih pintar bergaul, lebih lebih lebih….. MasyaAllah..ternyata menjaga hati dari sifat membanggakan diri merupakan perjuangan berat sehari-hari. Padahal Allah tidak suka orang yang membanggakan diri. Allah menghukum kaum Aad karena kesombongannya. Nasib Firaun menjadi contoh apa yang dapat terjadi bila manusia bersikap sombong. Bahkan syetan pun terusir dari surga selamanya karena ia merasa lebih baik dari seorang Adam. Saat perasaan superior menghinggapi kita, saat itulah kesombongan menyelusup dalam kalbu..Nauudzubillah Waullohualam bissawab sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri (QS. 28:76)

picture in courtesy of fotosearch.com RF

Advertisements

Poem of the day

Good morning so he says
Give me a smile and walk away
have a nice day…
again he comes back to say

Before I come out with any word
he takes out his sword
and chops his own words to pieces

hey becareful with that blade
there might wound you could ‘ve made

somehow I manage to smile and blow kisses
wishing he’ll get all he wishes..

Siang itu seekor kupu-kupu terjebak didalam ruang sholat, diam menempel di jendela kaca tak bisa bergerak terbang keluar. Karena takut dengan serangga aku tak berani memegangnya, dengan selembar kertas hati hati ku dorong ia agar naik ke ventilasi udara, tetapi ia terus menghindar dan kembali menempel di kaca…dasar binatang pikirku, gak tahu ya kalau aku berusaha menolong..
pfuihh …kesabaranku hampir habis. setelah beberapa sat akhirnya aku berhasil juga kuarahkan dia ke ventilasi udara…dan brrrr…iapun langsung terbang keluar…tetapi..loh kok…kupu kupu itu kembali dan menempel di kaca bagian luar….
Hei hei apa kamu memang suka menjilat jilat kaca kah? ..tetapi kemudian aku tersenyum senang…hei apa kamu datang untuk berterima kasih..ok your grateful is accepted..terbanglah kembali dan mencari makan..pasti lapar setelah terjebak mungkin untuk waktu yang lumayan lama diruangan tadi…. kupu kupu itu pun terbang meninggalkanku yang tersenyum senyum senang..
Ya Allah betapa seekor serangga yang memiliki otak dan hati super kecil pun tahu berterimakasih..dan betapa senangnya aku menerima rasa terimakasihnya…aku saat ini menempel dikaca yang menghalangi aku dan Kau..berusaha menatapmu dan mengucapkan terima kasih..apakah kau tersenyum ya Allah?..
Mulai saat ini aku akan berusaha berterimakasih atas setiap kebaikan yang diberikan orang orang disekelilingku….
thank you guys for every little and big thing you do…
Wallahualam bi shawab

post in fb on Saturday, March 6, 2010
picture in courtesy of faysalspoetry.blogspot.com/2010_…ive.html

Search of Lover

Segera setelah aku mendengar kisah cinta pertamaku

Aku mulai mencari Mu, tanpa tahu

Betapa butanya itu

Pencinta tidak akhirnya bertemu di suatu tempat

Mereka ada dalam diri masing-masing selama ini

Essential Rumi